Sunday, 19 September 2021

Selamat Jalan Sahabat Ku ❤️

Assalamuallaikum Wr. Wb.
Sahabat ku tersayang, Mba Lina..

Terima kasih sudah menemani hari-hari ku selama ini, keakraban kita terjalin sekitar tahun 2016, 5 tahun yang lalu. 5 tahun mengenalmu serasa kau telah menjadi saudara ku, ya kaulah kakak ku lebih dari sekedar sahabat..

di hari selasa malam tanggal 13 Juli 2021, kau memberi ku kabar bahwa kesehatan mu memburuk pasca positif covid-19. kau mulai sesak nafas hingga mengeluh kesakitan 😭 biasanya kau tak pernah mengeluh kepada ku. ketika ku tanyakan kabar, setiap hari selama isoman kau selalu menjawab "kabar gw Alhamdulillah membaik din" dan tak pernah mengeluh apapun tentang kondisi yg sebenarnya. banyak sekali rencana yg kita buat setelah kau mulai bisa kembali aktif masuk kantor. "Din, nanti klo udah masuk kantor kita pesen pizza 1 meter itu ya", "Din, nanti kita makan di Shaburi lg ya, pengen yg anget2"..
tapi, permintaan sederhana mu itu tidak bisa ku penuhi 😭

Hari Rabu, Tanggal 14 Juli 2021. Ku tanyakan kembali kabarmu tp lama sekali kau tidak merespon. di telepon pun tak kau angkat. beberapa saat kemudian kau membalas pesan dan mengatakan "maafin lina ya din, maafin lina, lina minta maaf" ntah apa yg kau rasakan saat itu, tetapi ketika ku baca kembali chat itu air mata ku menetes dan hati ku sangat sesak. aku sungguh menyesal kenapa hari ini aku tak mengunjungimu. dan ternyata di malah hari nya kau berjuang mencari rumah sakit namun seluruh IGD rumah sakit penuh dan kau dipulangkan kembali tanpa perawatan apapun 😭

Hari Kamis, Tanggal 15 Juli 2021. di pagi hari sekitar jam stgh 7 ku tanyakan lagi kondisi kesehatan mu dan kau pun menjawab "Maafin lina din, ini sakit bgt din, lina ga bisa nafas, sakit din πŸ‘‹" seketika air mata ku mengalir. sesakit itu pasti yg kau rasakan ya mih 😭 Pagi ini aku sudah rapih dengan seragam kantor krn memang sudah akan brgkt ke bogor utk menghadiri kegiatan, namun aku mendiskusikan ke yusuf utk membantumu mencarikan IGD Rumah sakit di Hermina Bekasi. ku tanya kan kepadamu bersedia atau tidak utk ke RS di bekasi namun chat ku sudah tak kau balas lg hingga hari ini 😭 ku tlp mas dendy dan mas dendy bersedia.

jam 9 pagi aku sampi di IGD Hermina Bekasi, dengan susah payah akhirnya jam 10 pagi ada harapan agar kau bisa masuk ke IGD Hermina bekasi, ku sampaikan ke mas dendy agar membawamu kesini dan aq menunggumu. jam 11 siang kau tiba di Herima bekasi, aq menemui mu dengan melihat kondisi mu yang sudah sangat lemah. turun dari mobil pun kau tertatih tatih dan hanya bisa menatapku dalam. sahabat ku yang ceria kini hanya diam dan berjuang untuk mengatur nafas nya.

Akhirnya kau mendapat perawatan di IGD Hermina Bekasi dan aku menemanimu, sambil menunggu suster dan bidan memberikan perawatan untuk mu, kau menggenggam tangan ku sekuat yang kau bisa. kau berbisik merintih kesakitan. aku memelukmu namun kau tau bisa membalas pelukan ku krn kau begitu lemah. hanya air mata yg bisa kau teteskan saat itu. tak lama setelah perawatan diberikan, dr. Yuditya datang dan langsung menyarankan agar segera dilakukan operasi cesar hari ini juga demi menyelamatkan kondisi ibu nya dan tangis air mata tak terbendung karena anak laki-laki (ardhan) yang kau perjuangkan selama ini harus dilahirkan di usia kandungan 26minggu (6 bulan).

Alhamdulillah sekitar jam 2 sore Operasi Cesar berjalan lancar, Adik ardhan dan dirimu sehat, adik ardhan saat ini di NICU Hermina Bekasi.. Namun, setengah jam kemudian kondisi mu menurun hingga kau harus dipindahkan ke ruang ICU tp krn full terpaksa kau kembali ke perawatan intensif di IGD 😭 aq sempat menemanimu dan kau sempat berkata "gerah din" dan kucopot masker mu yang sudah turun hingga ke leher dan ku usap keringat di wajah dan badan mu. kau sudah tak sanggup lg menggenggam tangan ku. selemah itu tubuh dan kondisimu 😭 sekitar jam 5 sore, aq kembali ke rumah untuk menguburkan ari-ari adik ardhan di halaman rumah ku. ketika berpamitan untuk ku pulang kau menatap ku dalam seakan tak ingin kuntinggal pergi. bodoh nya aku meninggalkan mu saat itu. 😭 setelah selesai menguburkan ari-ari adik ardhan padahal aq berjanji akan kembali ke IGD setelah solat isya. namun aq baru kembali ke esokan pagi nya πŸ₯ΊπŸ˜­

Hari Jumat, Tanggal 16 Juli 2021..
stgh 7 pagi aq menelepon mas dendi dan menanyakan kabar mu, mas dendy menyampaikan bahwa kondisi mu msh sama seperti saat aq meninggalkan mu kemarin dan dy berkata tidak apa tak perlu buru2 kembali ke RS, pdhl ketika itu aq sudah rapih dan sudah siap utk berangkat ke RS. krn memang rencananya kami bergantian untuk menjaga mu umih.. namun jam stgh 9 pagi mas dendy mengabarkan bahwa saturasi mu drop hingga harus dipasang ventilator. seketika aq menjerit dan menangis. langsung lah aku dan yusuf berangkay ke RS. namun sesampainya di RS jam 08.55 WIB kau telah pergi meninggalkan ku. lutut ku seakan tak memiliki tulang utk berlari dr lobby parkiran menuju IGD tempat mu berada. menatap mu sudah terbaring tak bernafas, tubuh yang masih hangat dan senyum yang tetiba tercipta di raut wajah mu seakan membuat  mata ku terus meneteskan airmata, menjerit memeluk dan berharap kau bangun kembali.. hanya satu pinta ku, bangun umih.. bangun dan kembali lah menatap ku. maafkan aku umih, maaf karena aku tidak menemanimu disaat terakhir hidup mu, ini lah penyesalan terdalam dalam hidup ku. dada qu serasa sesak, tak sanggup lagi berkata2, seolah hanya air mata yg dapat mewakili apa yang aku rasakan saat ini.

Selamat jalan sahabat ku, saudara ku dan kakak ku.. kaulah sosok terbaik dalam hidup ku, kau lah yang selalu memberiku nasihat dan selalu sabar menghadapi tingkah laku ku yang kadang menyakiti mu. 

Hari-hari ku akan sangat terasa sepi tanpa mu umih.. karena biasanya kaulah yg ada disamping ku, mengingatkan ku akan kebaikan maupun kesalahan ku, selalu mendukung ku agar aq dapat yang terbaik dan kau selalu membantuku bahkan disaat-saat terakhir tenaga mu. semua kebaikan yang sudah kau berikan kepada ku dan keluarga ku tak akan pernah bisa aku balas dan tak akan sebanding dengan yg selama ini kau curahkan untuk kebaikan ku.. namun, aku akan berjuang dan berusaha menjaga titipan mu semampu ku, sampai akhir hidup ku. 

Aku sungguh menyayangimu,
Wahai Sahabat ku, Lina Aryati Adiputri..

dkw_