Saturday, 6 June 2015

KEKAYAAN DAN KEMAJUAN SANG HITLER DALAM PERINGKAT 4 DI DUNIA


Perekonomian Jerman punya fleksibilitas dan daya inovasi yang tinggi. Selain itu, infrastruktur di Jerman makin baik. Studi WEF juga menyebutkan, perusahaan Jerman mengeluarkan dana besar untuk penelitian dan pengembangan. Masalah utama Jerman adalah pasar kerja yang dinilai belum cukup fleksibel menghadapi tantangan global.

Peningkatan Nilai GDP Jerman

Nilai ekspor Jerman melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir selama kuartal ke empat, memperkuat ekspansi di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa yang juga di dukung oleh investasi.

Nilai penjualan ke negara asing naik sebanyak 2.6  persen dalam periode tiga bulan terakhir di tahun 2013 dari kuartal sebelumnya, sedangkan investasi di sektor peralatan dan konstruksi masing-masing naik sebanyak 1.4%, kata Federal Statistics Office di Wiesbaden pada hari ini. GDP Jerman berekspansi sebesar 0.4% di kuartal ke empat, ujar mereka, data tersebut menegaskan estimasi pada tanggal 14 Februari.

Dengan tingkat kepercayaan bisnis yang berada di level tertinggi dalam 2 ½ tahun dan tingkat pengangguran yang berada di rekor terendah, itu telah membuat Jerman sebagai pendorong terhadap pemulihan yang rapuh di sebagian besar wilayah euro, yang merupakan mitra dagang terbesar Jerman. Data tersebut akan membantu presiden bank  sentral Eropa Mario Draghi untuk memutuskan apakah di perlukan lebih banyak stimulus atau tidak untuk mempertahankan pertumbuhan di wilayah euro.

Ekonomi zona euro berekspansi sebesar 0.3% di kuartal ke empat di tengah ekspansi yang lebih kuat  daripada perkiraan pada negara seperti Perancis dan Belanda serta kembali tumbuhnya Italia. Namun, pada saat yang sama, sektor manufaktur menunjukan tanda-tanda pelambatan dan inflasi kurang dari setengah target level ECB di kisaran 2% yang di definsikan ECB level tersebut sebagai stabilitas harga.

Kemiskinan di Jerman Relatif

Sedikitnya 2,5 juta anak-anak dan remaja di Jerman hidup di bawah batas kemiskinan. Organisasi bantuan anak-anak Deutschen Kinderschutzbund e.V. mengutip laporan pemerintah Jerman menyebutkan, lebih 15 persen anak berusia antara 11 hingga 20 tahun tergolong miskin.
Khususnya anak-anak berlatar belakang migran paling tinggi risikonya menderita kemiskinan. Sekitar 25 persen anak dari keluarga migran dikonfrontasikan dengan masalah kesulitan keuangan yang dihadapi orang tuanya.

Di negara sekaya Jerman, kemiskinan itu relatif, karena ukurannya adalah pendapatan rata-rata per kapita. Laporan anak-anak dan remaja dari pemerintah Jerman mendefinisikan kemiskinan itu dengan ukuran yang sulit.

Anak tergolong miskin, jika tumbuh dalam keluarga dengan penghasilan lebih kecil dari 50 persen pendapatan rata-rata per kapita seluruh penduduk Jerman, begitu rumusan politiknya. Namun untuk mudahnya, ukuran absolut kemiskinan di Jerman adalah, jika sebuah keluarga dengan dua anak, berpenghasilan bersih di bawah 1.640 Euro sebulan. 

Definisi miskin di Jerman memang agak sulit, seperti yang dikemukakan oleh organisasi bantuan remaja perhimpunan negara bagian Rheinland-LVR. Di lembaga tersebut, anak-anak dan keluarga bisa mendapat bantuan darurat secara permanen atau sementara.

Kemiskinan Emosional

Visi buruk terkait masa depan lebih baik dan peluang pendidikan, terutama dialami anak-anak di kalangan warga migran, jika kemiskinan material berubah menjadi kemiskinan emosional. Banyak orang tua tidak lagi memasak secara rutin bagi anak-anaknya, tidak membereskan rumah dan hidup dalam timbunan sampah.

Orang tua membiarkan anak-anaknya tumbuh tanpa pengawasan. Dan frustrasi terkait kondisi keuangan juga ditimpakan kepada anak-anak. Rasa frustasi orangtua yang dilimpahkan pada anak akan menumbuhkan sifat apatis pada anak. Padahal tidak seharusnya hal tersebut terjadi, apalalagi untuk anak-anak yang masih di bawah umur.

Buktinya, banyak anak-anak dari keluarga migran yang miskin, berhasil dalam karir dan kehidupannya di kemudian hari. Yang penting adalah dorongan semangat dari orang tua dan juga kegairahan anak-anak untuk memanfaatkan setiap peluang. Motto dalam menanggulangi kemiskinan di negara Jerman adalah di  Jerman yang kaya raya tidak ada jalan buntu, untuk mengatasi kemiskinan anak-anak.

Pembangunan Di Jerman

Kenyataan yang muncul setelah hancurnya RDJ, produktivitas rata-rata di negara itu mencapai sepertiga dari produktivitas Republik Federal Jerman. Maka badan fidusia yang ditugaskan melaksanakan penswastaan "badan usaha milik rakyat" (baca: milik negara) akhirnya membukukan defisit sebesar 230 miliar Deutsche Mark (DM), daripada laba sebesar 600 miliar DM (hampir 307 miliar Ero) yang diperkirakan. Harapan agar investasi yang diperlukan untuk membangun prasarana di kelima negara bagian baru dapat ditutup dengan penghasilan dari privatisasi dari apa yang disebut "milik rakyat", ternyata jauh meleset.

Biaya persatuan Jerman berkembang dengan jauh lebih dinamis daripada yang diduga oleh orang paling pesimis pun. Ongkos sosial dari persatuan harus ditanggung oleh penduduk di timur, sedangkan beban keuangan untuk sebagian besar dipikul oleh penduduk di barat. Tahun 1989/1990, "annus mirabilis" itu, disusul dengan proses konvergensi yang dilalui tanpa ilusi dan dengan perspektif jangka panjang. Dalam pada itu tidak selalu diperhatikan sukses dari "pembangunan di Jerman bagian timur" yang lambat laun terlihat dengan jelas.

Termasuk di antara hasil paling menonjol dari "pembangunan di bagian timur" ialah pemugaran daerah pemukiman di pusat kota-kota, di antaranya kota seperti Dresden, Leipzig, Chemnitz atau Halle yang pernah mengalami kemerosotan secara kontinu pada waktu RDJ. Contoh-contoh lain ialah sarana telekomunikasi di negara bagian baru yang tergolong di antara yang paling modern di Eropa, pengembangan universitas-universitas yang mampu bersaing, serta posisi terkemuka dari perusahaan di bidang teknik energi surya dan teknologi lingkungan yang dibangun di situ. Usaha keras dilakukan pula dengan hasil baik di bidang-bidang prasarana, pelestarian lingkungan dan cagar alam, pengembangan pariwisata dan pemeliharaan cagar budaya.

Sisi lain dari keberhasilan itu berupa gerak pindah dari timur ke barat, terutama oleh generasi muda – walaupun arus itu sudah berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun pertama setelah reunifikasi. Namun tetap terasa kemerosotan jumlah penduduk dan tingginya usia rata-rata di negara bagian baru. Perpindahan penduduk dari bagian timur berkorelasi dengan transfer dana dari barat yang jumlah totalnya diperkirakan mencapai 1,6 ribu miliar Ero neto (dikurangi setoran dari Jerman bagian timur). Upaya yang dilakukan dalam rangka pembangunan di bagian timur merupakan contoh solidaritas nasional yang sesungguhnya tidak dapat diharapkan dalam suasana politik yang ditandai oleh perdebatan pascanasional. Meskipun sudah tercapai kemajuan, namun penyelarasan taraf hidup di timur dan di barat masih tetap akan menjadi pokok penting dalam rangka penyempurnaan persatuan di dalam. Pandangan menyeluruh mengenai perkembangan diberikan secara teratur dalam Laporan Tahunan Pemerintah Federal Mengenai Keadaan Persatuan Jerman. 

Pemerintah Jerman Sangat Cermat Mengelola Anggaran

Pemerintah Jerman dengan sangat cermat mengelola anggaran belanja Negara. Undang-undang mengatur dengan sangat ketat, proses berbelanja barang sangat panjang, dibicarakan bertingkat-tingkat dan di verifikasi Badan Pengawas Keuangan internal dan pemerintah Federasi.

Suatu Lembaga Pemerintah yang mau belanja, harus diajukan pada bulan Maret 1 tahun sebelumnya. Artinya lembaga pemerintah (Kementerian dan eselon bawahannya) harus 1 tahun sebelumnya mengajukan daftar belanja. Ini langkah pertama. Pada bulan Maret, daftar belanja diajukan ke pemerintah Federal, yang bertugas memeriksa rencana belanja ialah Kementerian Keuangan sebagai representasi Kabinet. 

Pada bulan Mei, Kementerian Keuangan pun menjalankan fungsinya, menanyakan dengan detail kebutuhan atas barang-barang yang disusun dalam daftar belanja, selalu mengajukan pertanyaan dan berusaha memotong daftar belanja dengan menganjurkan pada lembaga bersangkutan, dari pada membeli baru, apakah tidak sebaiknya barang lama diservis saja. Umpamanya : perangkat komputer di up grade dengan cara diservis, bukan membeli baru. 

Perdana Menteri juga berusaha memotong anggaran belanja, agar ada anggaran untuk kepentingan Negara yang lebih urgen. Pemerintah Jerman bertindak hati – hati mengelola anggaran belanja, tidak serampangan menyetujui rencana belanja yang diajukan. Hiruk-pikuk memperdebatkan rencana belanja harus berakhir pada bulan November, karena  Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara harus disampaikan pada Dewan Perwakilan Rakyat.

Para wakil rakyat akan dengan sikap kritis meneliti setiap rencana belanja barang, mereka akan berdebat dan berdebat, tujuannya ialah sedapat mungkin mencegah pemborosan anggaran dan jangan sampai membeli barang yang tidak begitu dibutuhkan. Kadangkala, Rancangan Undang-undang APBN bahkan dikembalikan pada pemerintah untuk dikaji ulang. Para wakil rakyat akan memperdebatkan Rancangan itu  lagi setelah diajukan kembali pemerintah. Ada sekitar 2 bulan DPR memperdebatkan kepatutan dan kelayakan anggaran belanja. Jika sudah memenuhi persyaratan DPR, Rancangan UU APBN baru disahkan menjadi Undang – undang. 

Ingat, Kementerian dan Lembaga Negara tidak bisa seperti di Indonesia menyogok Fraksi atau Anggota DPR untuk meloloskan Rancangan UU APBN. Jerman tergolong Negara yang bersih dari penyakit KKN, pengawasan DPR dan Lembaga Yudikatif yang mandiri sangat efektif dan kuat, jika masih mau menjaga karier sebagai aparat Negara, harus jauh dari perbuatan melanggar hukum : Korupsi!

Bukan begitu saja, Kementerian – kementerian Jerman sebelum bulan Maret sudah harus menyusun rancangan anggaran, bahkan sekaligus juga menyusun rancangan anggaran 3 tahun ke depan. Artinya, dalam jangka waktu 9 bulan, selain memfokuskan perihal anggaran belanja tahun depan, juga mempunyai gambaran anggaran 3 tahun ke depan. Untuk mencegah anggaran  terus menerus membengkak, pemerintah Jerman bahkan merancang ekspektasi pendapat pajak 4 tahun ke depan, sudah mempunyai gambaran atas pendapat Negara 4 tahun ke depan.

Di Jerman, anggaran berarti belanja. Karena dalam anggaran Jerman sudah mencakupi semua kebutuhan pemerintah Federal, Kementerian Dalam Negeri akan menghitung di Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan dan Kementerian lainnya sesungguhnya membutuhkan berapa unit Komputer atau kertas, disusun daftar sesuai kategorinya, kemudian dilakukan tender kolektif. Semua berjalan dengan transparan dan dapat dipertanggung jawab.

Penerimaan Negara Jerman

Jerman tergolong negara industri paling berprestasi dan paling maju perkembangannya, dan merupakan perekonomian nasional terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Jepang dan Cina. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 82 juta jiwa, Jerman merupakan pula pasaran terbesar di dalam Uni Eropa (UE). Perekonomian nasional Jerman terpusatkan pada barang dan jasa yang diproduksi oleh industri. Terutama hasil produksi industri konstruksi mesin dan industri otomotif serta produk-produk kimia dari Jerman dihargai baik di dunia internasional. Kurang lebih setiap Ero keempat diperoleh dalam sektor ekspor – dan lebih dari setiap tempat kerja kelima tergantung secara langsung atau tidak langsung dari perdagangan luar negeri. Dengan volume ekspor sebesar 1.121 miliar dolar AS pada tahun 2009, sebanding dengan sepertiga dari penghasilan nasional bruto, Jerman adalah negara pengekspor barang terbesar kedua di dunia sesudah Cina (1.202 miliar dolar AS), setelah dari tahun 2003 hingga 2008 enam kali berturut-turut Jerman mendapat sebutan "juara dunia ekspor". Andil Jerman dalam seluruh perdagangan global mencapai sekitar sembilan persen.

Karena orientasi Jerman yang tinggi kepada ekspor, keterpautannya dengan perekonomian dunia sangat erat, – hal yang membedakannya dengan kebanyakan negara lain – dan Jerman pun berkepentingan akan pasaran terbuka. Mitra-mitra perdagangan terpenting ialah Perancis, Belanda, Amerika Serikat dan Inggris. Pada tahun 2009 diekspor barang senilai 82 miliar Ero ke Perancis, senilai 54 miliar Ero ke AS dan ke Belanda, dan senilai 53 miliar Ero ke Inggris. Setelah Uni Eropa diperluas ke arah timur (2004 dan 2007), di samping perdagangan dengan negara anggota UE "lama", dapat dicatat peningkatan dalam volume perdagangan dengan negara-negara anggota UE di Eropa Timur. Sepuluh persen lebih dari ekspor total dilakukan ke negara-negara tersebut. Ekspor Jerman ke negara Uni Eropa mencapai 63 persen dari volume ekspor seluruhnya.

Yang meningkat terus artinya juga ialah hubungan dagang dan ekonomi dengan negara-negara Asia. Sementara ini Asia telah menjadi pasaran terpenting kedua untuk penjualan barang produksi Jerman. Pada tahun 2009, 14 persen dari ekspor Jerman ditujukan ke kawasan tersebut. Dalam hubungan dagang itu Cina adalah partner terpenting. Di samping itu sejak tahun 1999 Jerman juga berperan sebagai investor Eropa terbesar bagi Cina. Sekitar 2.500 perusahaan Jerman berkegiatan di negara itu sebagai investor.

Pengeluaran Negara Jerman

Di lingkungan internasional, Jerman tergolong negara dengan pelayanan medis terbaik. Banyaknya rumah sakit, praktek dokter dan institusi kedokteran menjamin pelayanan medis untuk semua orang. Dengan lebih dari empat juta tempat kerja, bidang kesehat­an adalah sektor pekerjaan terbesar di Jerman. Secara keseluruhan 10,4 persen pendapatan nasional bruto dipakai untuk pengeluar­an bagi kesehatan – 1,5 persen lebih banyak daripada pengeluaran rata-rata di negara anggota OECD. Berkat undang-undang peng­urangan biaya, yang termasuk tahap reformasi sistem kesehatan yang telah berjalan, Jerman mencatat kenaikan pengeluaran per kapita untuk kesehatan paling kecil di antara semua negara anggota OECD: Antara tahun 2000 dan 2007, pengeluaran nyata meningkat dengan 1,4 persen per tahun, angka kenaikan rata-rata di OECD adalah 3,7 persen.

Pada tahun 2007 diputuskan reformasi sistem kesehatan. Bagian pokoknya ialah dana kesehatan sentral. Mulai tahun 2009 semua iuran yang disetor kepada badan asuransi kesehatan wajib, baik oleh karyawan maupun oleh pemberi kerja, disalurkan ke dana tersebut. Jumlahnya ditambah dengan tunjangan dari fiskus. Per peserta, ke-200 lebih asuransi kesehatan wajib yang ada menerima sejumlah uang yang pasti dari dana sentral itu. Badan asuransi kesehatan yang banyak anggotanya adalah orang lanjut usia, penyandang penyakit kronis dan orang berpendapatan rendah mendapat uang tambahan. Pemerintah Federal bertujuan agar badan asuransi dalam jangka panjang menjadi lebih otonom dalam penetapan iuran, dan perbedaan menurut daerah dapat dimungkinkan. Rencana selanjutnya, besar iuran peserta dilepaskan dari tingkat pendapatan, namun akan adanya faktor pengimbang sosial. Supaya biaya pemeliharaan kesehatan sedapat mungkin dipisahkan dari biaya sampingan imbalan kerja, bagian iuran yang dibayar oleh pemberi kerja tidak akan dinaikkan lagi.

Perdagangan Antar Negara Di Jerman

Jerman yang sudah menerapkan sistem perdagangan bebas membuka peluang bagi Indonesia untuk memasarkan komoditi yang biasa diperdagangkan di pasar tradisional. Jerman sekarang telah membuka peluang terhadap semuak komoditi yang selama hanya terbatas di pasar tradisional.

Ekspor kakao misalnya, negara yang paling banyak mememenuhi permintaan itu adalah Pantai Gading yang memenuhi permintaan pasar sekitar 75 persen. Dari jumlah ekspor kakao Jerman sekitar 33.000 ton per tahun, Indonesia hanya mampu memenuhi sebesar 2,01 persen. Padahal Indonesia, khususnya Sulsel terkenal sebagai daerah penghasil kakao yang diharapkan bisa merebut pasar Internasional tersebut.

Untuk menembus pasar Jerman, tahap pertama perlu banyak kegiatan promosi, antara lain lewat pameran Internasional. Seperti halnya kegiatan pameran di Hanover, Sulsel diharap mampu memanfaatkan kesempatan itu. Sebab pasar Eropa umumnya, bila komoditi yang dipasarkan sesuai seleranya, mereka akan minta secara kontinyu. Hanya saja bila sudah ada hubungan dagang yang akrab, maka yang perlu dijaga adalah kepercayaan, terutama kualitas barang yang dikirim.

Mochtar melihat, salah satu kekurangan Indonesia adalah kurangnya industri manufaktur, sehingga banyak komoditi Indonesia yang mubasir karena tidak diolah, seperti halnya buah-buahan banyak membusuk karena kurangnya sistem pengolahan yang baik. Vietnam mampu melihat peluang itu, selain memperkuat sektor pertanian juga mengembangkan industri manufaktur, sehingga hasil produknya menembus pasar internasional.

Selain komoditi pertanian, Jerman terbuka untuk pemasaran hasil kerajinan tangan. Sebut saja sabut kelapa yang dianggap sebagai barang langka di Jerman, banyak diminat sebagai bahan baku pembuatan jok mobil.

Demikian halnya jahe, Jerman membutuhkan sebanyak 30.000 ton, tetapi permintaan itu belum terpenuhi. Ini kesempatan baik bagi Indonesia khususnya daerah pertanian untuk menjawab tantangan tersebut.

Hambatan-Hambatan Yang Ditemui dalam Kerjasama Bidang Perdagangan

Sejak tahun 1993, produsen dan distributor makanan di Uni Eropa menikmati kebebasan lalu lintas barang. Hambatan tarif dan non-tarif dilarang. Namun di luar Uni Eropa situasinya berbeda. Ada banyak peraturan, seperti : prosedur khusus pendaftaran produk, persyaratan lain untuk keamanan pangan, label, tanggal kadaluwarsa dll., yang mempersulit produsen kecil dan menengah memasuki pasar.

Rusia yang setahun ini menjadi anggota WTO dan bagi perusahaan Jerman dianggap sebagai pasar yang penting sering menerapkan hambatan non-tarif dalam perdagangan. Perusahaan Jerman terkena dampaknya. Tapi produsen Jerman tak mau menyerah begitu saja. Meskipun, istilahnya ada banyak pasir atau tidak berjalan mulus, tetap saja Rusia merupakan pasar yang sangat menarik. Seperempat produksi Tonnies lari ke negara-negara non-Eropa. Selain Rusia, perusahaan itu selama bertahun-tahun juga memiliki pasar di Asia, seperti Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Made In Germany

Produk berkualitas, orientasi pelanggan dan pengiriman barang yang dapat diandalkan merupakan karakteristik produk Jerman yang amat dihargai pelanggan dan distributor di manca negara.

Apalagi untuk susu, produk yang sangat sensitif, dan sering terjadi skandal di dunia makanan. Produk susu Jerman diminati karena kualitasnya. Konsumen luar negeri bahkan juga bersedia membayar lebih untuk produk ini ketimbang di dalam negeri. Pintu seperti terbuka untuk produk-produk dari Jerman.

Agen susu Jerman memproses hampir tujuh miliar kilogram susu per tahunnya. 37,5 persen dari penjualan diperoleh dari hasil ekspor. Dengan adanya kantor-kantor penjualan antara lain di Moskow dan Shanghai, perusahaan Jerman ingin membuka pasar masa depan.

Di Eropa, Jerman memiliki kondisi iklim yang baik, Jerman memiliki petani terlatih dalam memproduksi susu. Di Jerman produksi susu akan meningkat di tahun-tahun mendatang, jadi Jerman harus mencari pasar baru.

Simpan Pada Suhu Kamar

Apakah rasa sosis Jerman di Shanghai seperti di Bayern? Atau ada berapa bahan spesifik lokal yang dicampur? Menurut BVE, jika produk khusus buatan Jerman, maka produk-produknya juga harus terasa begitu.

Tapi produsen pun masih perlu melakukan penyesuaian. Jika mereka mengekspor ke negara-negara beriklim panas, maka produknya harus disesuaikan dengan kondisi iklim setempat, termasuk pengemasannya, agar produknya tidak rusak. Tapi penyesuaian resep juga bisa dilakukan, guna menyesuaikan diri dengan keinginan pelanggan di lokasi ekspor yang dituju.

Perubahan Pengembalian Berdasarkan Pasar Valuta Asing

Keaikan suku bunga Jerman menurunkan perkiraan tingkat pengembalian relatif atas aset pound Inggris dan menggeser kurva permintaan. Suku bunga Jerman yang lebih rendah akan menaikan perkiraan tingkat pengembalian relatif atas aset Inggris dan menggeser kurva permintaan. Tujuan utamanya adalah melawan inflasi. Tanpa melakukan kebijakan yang ekspansif.

Referensi Penulisan :
http://www.monexnews.com
https://books.google.co.id/books.html