Perekonomian Jerman punya
fleksibilitas dan daya inovasi yang tinggi. Selain itu, infrastruktur di Jerman
makin baik. Studi WEF juga menyebutkan, perusahaan Jerman mengeluarkan dana
besar untuk penelitian dan pengembangan. Masalah utama Jerman adalah pasar
kerja yang dinilai belum cukup fleksibel menghadapi tantangan global.
Peningkatan Nilai GDP Jerman
Nilai ekspor Jerman melonjak
ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir selama kuartal ke empat,
memperkuat ekspansi di negara dengan ekonomi terbesar di Eropa yang juga di
dukung oleh investasi.
Nilai penjualan ke negara asing
naik sebanyak 2.6 persen dalam periode tiga bulan terakhir di tahun 2013
dari kuartal sebelumnya, sedangkan investasi di sektor peralatan dan konstruksi
masing-masing naik sebanyak 1.4%, kata Federal Statistics Office di Wiesbaden
pada hari ini. GDP Jerman
berekspansi sebesar 0.4% di kuartal ke empat, ujar mereka, data tersebut
menegaskan estimasi pada tanggal 14 Februari.
Dengan tingkat kepercayaan bisnis
yang berada di level tertinggi dalam 2 ½ tahun dan tingkat pengangguran yang
berada di rekor terendah, itu telah membuat Jerman sebagai pendorong terhadap
pemulihan yang rapuh di sebagian besar wilayah euro, yang merupakan mitra
dagang terbesar Jerman. Data tersebut akan membantu presiden bank sentral
Eropa Mario Draghi untuk memutuskan apakah di perlukan lebih banyak stimulus
atau tidak untuk mempertahankan pertumbuhan di wilayah euro.
Ekonomi zona euro berekspansi
sebesar 0.3% di kuartal ke empat di tengah ekspansi yang lebih kuat
daripada perkiraan pada negara seperti Perancis dan Belanda serta kembali
tumbuhnya Italia. Namun, pada saat yang sama, sektor manufaktur menunjukan
tanda-tanda pelambatan dan inflasi kurang dari setengah target level ECB di
kisaran 2% yang di definsikan ECB level tersebut sebagai stabilitas harga.
Kemiskinan di Jerman Relatif
Sedikitnya 2,5 juta anak-anak dan
remaja di Jerman hidup di bawah batas kemiskinan. Organisasi bantuan anak-anak
Deutschen Kinderschutzbund e.V. mengutip laporan pemerintah Jerman menyebutkan,
lebih 15 persen anak berusia antara 11 hingga 20 tahun tergolong miskin.
Khususnya anak-anak berlatar
belakang migran paling tinggi risikonya menderita kemiskinan. Sekitar 25 persen
anak dari keluarga migran dikonfrontasikan dengan masalah kesulitan keuangan
yang dihadapi orang tuanya.
Di negara sekaya Jerman,
kemiskinan itu relatif, karena ukurannya adalah pendapatan rata-rata per
kapita. Laporan anak-anak dan remaja dari pemerintah Jerman mendefinisikan
kemiskinan itu dengan ukuran yang sulit.
Anak tergolong miskin, jika
tumbuh dalam keluarga dengan penghasilan lebih kecil dari 50 persen pendapatan
rata-rata per kapita seluruh penduduk Jerman, begitu rumusan politiknya. Namun
untuk mudahnya, ukuran absolut kemiskinan di Jerman adalah, jika sebuah
keluarga dengan dua anak, berpenghasilan bersih di bawah 1.640 Euro
sebulan.
Definisi miskin di Jerman memang
agak sulit, seperti yang dikemukakan oleh organisasi bantuan remaja perhimpunan
negara bagian Rheinland-LVR. Di lembaga tersebut, anak-anak dan keluarga bisa
mendapat bantuan darurat secara permanen atau sementara.
Kemiskinan Emosional
Visi buruk terkait masa depan
lebih baik dan peluang pendidikan, terutama dialami anak-anak di kalangan warga
migran, jika kemiskinan material berubah menjadi kemiskinan emosional. Banyak
orang tua tidak lagi memasak secara rutin bagi anak-anaknya, tidak membereskan
rumah dan hidup dalam timbunan sampah.
Orang tua membiarkan anak-anaknya
tumbuh tanpa pengawasan. Dan frustrasi terkait kondisi keuangan juga ditimpakan
kepada anak-anak. Rasa frustasi orangtua yang dilimpahkan pada anak akan
menumbuhkan sifat apatis pada anak. Padahal tidak seharusnya hal tersebut
terjadi, apalalagi untuk anak-anak yang masih di bawah umur.
Buktinya, banyak anak-anak dari
keluarga migran yang miskin, berhasil dalam karir dan kehidupannya di kemudian
hari. Yang penting adalah dorongan semangat dari orang tua dan juga kegairahan
anak-anak untuk memanfaatkan setiap peluang. Motto dalam menanggulangi
kemiskinan di negara Jerman adalah di Jerman yang kaya raya tidak ada jalan buntu,
untuk mengatasi kemiskinan anak-anak.
Pembangunan Di Jerman
Kenyataan yang muncul setelah
hancurnya RDJ, produktivitas rata-rata di negara itu mencapai sepertiga dari
produktivitas Republik Federal Jerman. Maka badan fidusia yang ditugaskan
melaksanakan penswastaan "badan usaha milik rakyat" (baca: milik
negara) akhirnya membukukan defisit sebesar 230 miliar Deutsche Mark (DM),
daripada laba sebesar 600 miliar DM (hampir 307 miliar Ero) yang diperkirakan.
Harapan agar investasi yang diperlukan untuk membangun prasarana di kelima
negara bagian baru dapat ditutup dengan penghasilan dari privatisasi dari apa
yang disebut "milik rakyat", ternyata jauh meleset.
Biaya persatuan Jerman berkembang
dengan jauh lebih dinamis daripada yang diduga oleh orang paling pesimis pun.
Ongkos sosial dari persatuan harus ditanggung oleh penduduk di timur, sedangkan
beban keuangan untuk sebagian besar dipikul oleh penduduk di barat. Tahun
1989/1990, "annus mirabilis" itu, disusul dengan proses konvergensi
yang dilalui tanpa ilusi dan dengan perspektif jangka panjang. Dalam pada itu
tidak selalu diperhatikan sukses dari "pembangunan di Jerman bagian
timur" yang lambat laun terlihat dengan jelas.
Termasuk di antara hasil paling
menonjol dari "pembangunan di bagian timur" ialah pemugaran daerah
pemukiman di pusat kota-kota, di antaranya kota seperti Dresden, Leipzig,
Chemnitz atau Halle yang pernah mengalami kemerosotan secara kontinu pada waktu
RDJ. Contoh-contoh lain ialah sarana telekomunikasi di negara bagian baru yang
tergolong di antara yang paling modern di Eropa, pengembangan
universitas-universitas yang mampu bersaing, serta posisi terkemuka dari
perusahaan di bidang teknik energi surya dan teknologi lingkungan yang dibangun
di situ. Usaha keras dilakukan pula dengan hasil baik di bidang-bidang
prasarana, pelestarian lingkungan dan cagar alam, pengembangan pariwisata dan
pemeliharaan cagar budaya.
Sisi lain dari keberhasilan itu
berupa gerak pindah dari timur ke barat, terutama oleh generasi muda – walaupun
arus itu sudah berkurang dibandingkan dengan tahun-tahun pertama setelah
reunifikasi. Namun tetap terasa kemerosotan jumlah penduduk dan tingginya usia
rata-rata di negara bagian baru. Perpindahan penduduk dari bagian timur
berkorelasi dengan transfer dana dari barat yang jumlah totalnya diperkirakan
mencapai 1,6 ribu miliar Ero neto (dikurangi setoran dari Jerman bagian timur).
Upaya yang dilakukan dalam rangka pembangunan di bagian timur merupakan contoh
solidaritas nasional yang sesungguhnya tidak dapat diharapkan dalam suasana
politik yang ditandai oleh perdebatan pascanasional. Meskipun sudah tercapai
kemajuan, namun penyelarasan taraf hidup di timur dan di barat masih tetap akan
menjadi pokok penting dalam rangka penyempurnaan persatuan di dalam. Pandangan
menyeluruh mengenai perkembangan diberikan secara teratur dalam Laporan Tahunan
Pemerintah Federal Mengenai Keadaan Persatuan Jerman.
Pemerintah Jerman Sangat Cermat Mengelola Anggaran
Pemerintah Jerman dengan sangat
cermat mengelola anggaran belanja Negara. Undang-undang mengatur dengan sangat
ketat, proses berbelanja barang sangat panjang, dibicarakan bertingkat-tingkat
dan di verifikasi Badan Pengawas Keuangan internal dan pemerintah Federasi.
Suatu Lembaga Pemerintah yang mau belanja, harus diajukan pada bulan Maret 1
tahun sebelumnya. Artinya lembaga pemerintah (Kementerian dan eselon
bawahannya) harus 1 tahun sebelumnya mengajukan daftar belanja. Ini langkah
pertama. Pada bulan Maret, daftar belanja diajukan ke pemerintah Federal, yang
bertugas memeriksa rencana belanja ialah Kementerian Keuangan sebagai
representasi Kabinet.
Pada bulan Mei, Kementerian
Keuangan pun menjalankan fungsinya, menanyakan dengan detail kebutuhan atas
barang-barang yang disusun dalam daftar belanja, selalu mengajukan pertanyaan
dan berusaha memotong daftar belanja dengan menganjurkan pada lembaga
bersangkutan, dari pada membeli baru, apakah tidak sebaiknya barang lama
diservis saja. Umpamanya : perangkat komputer di up grade dengan cara diservis,
bukan membeli baru.
Perdana Menteri juga berusaha
memotong anggaran belanja, agar ada anggaran untuk kepentingan Negara yang
lebih urgen. Pemerintah Jerman bertindak hati – hati mengelola anggaran
belanja, tidak serampangan menyetujui rencana belanja yang diajukan. Hiruk-pikuk
memperdebatkan rencana belanja harus berakhir pada bulan November, karena
Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara harus
disampaikan pada Dewan Perwakilan Rakyat.
Para wakil rakyat akan dengan sikap kritis meneliti setiap rencana belanja
barang, mereka akan berdebat dan berdebat, tujuannya ialah sedapat mungkin
mencegah pemborosan anggaran dan jangan sampai membeli barang yang tidak begitu
dibutuhkan. Kadangkala, Rancangan Undang-undang APBN bahkan dikembalikan pada
pemerintah untuk dikaji ulang. Para wakil rakyat akan memperdebatkan Rancangan
itu lagi setelah diajukan kembali pemerintah. Ada sekitar 2 bulan DPR
memperdebatkan kepatutan dan kelayakan anggaran belanja. Jika sudah memenuhi
persyaratan DPR, Rancangan UU APBN baru disahkan menjadi Undang – undang.
Ingat, Kementerian dan Lembaga
Negara tidak bisa seperti di Indonesia menyogok Fraksi atau Anggota DPR untuk
meloloskan Rancangan UU APBN. Jerman tergolong Negara yang bersih dari penyakit
KKN, pengawasan DPR dan Lembaga Yudikatif yang mandiri sangat efektif dan kuat,
jika masih mau menjaga karier sebagai aparat Negara, harus jauh dari perbuatan
melanggar hukum : Korupsi!
Bukan begitu saja, Kementerian – kementerian Jerman sebelum bulan Maret sudah
harus menyusun rancangan anggaran, bahkan sekaligus juga menyusun rancangan
anggaran 3 tahun ke depan. Artinya, dalam jangka waktu 9 bulan, selain
memfokuskan perihal anggaran belanja tahun depan, juga mempunyai gambaran
anggaran 3 tahun ke depan. Untuk mencegah anggaran terus menerus
membengkak, pemerintah Jerman bahkan merancang ekspektasi pendapat pajak 4
tahun ke depan, sudah mempunyai gambaran atas pendapat Negara 4 tahun ke depan.
Di Jerman, anggaran berarti
belanja. Karena dalam anggaran Jerman sudah mencakupi semua kebutuhan
pemerintah Federal, Kementerian Dalam Negeri akan menghitung di Kementerian
Keuangan, Kementerian Lingkungan dan Kementerian lainnya sesungguhnya
membutuhkan berapa unit Komputer atau kertas, disusun daftar sesuai
kategorinya, kemudian dilakukan tender kolektif. Semua berjalan dengan
transparan dan dapat dipertanggung jawab.
Penerimaan Negara Jerman
Jerman tergolong negara industri
paling berprestasi dan paling maju perkembangannya, dan merupakan perekonomian
nasional terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Jepang dan Cina.
Dengan jumlah penduduk yang mencapai 82 juta jiwa, Jerman merupakan pula
pasaran terbesar di dalam Uni Eropa (UE). Perekonomian nasional Jerman
terpusatkan pada barang dan jasa yang diproduksi oleh industri. Terutama hasil
produksi industri konstruksi mesin dan industri otomotif serta produk-produk
kimia dari Jerman dihargai baik di dunia internasional. Kurang lebih setiap Ero
keempat diperoleh dalam sektor ekspor – dan lebih dari setiap tempat kerja
kelima tergantung secara langsung atau tidak langsung dari perdagangan luar
negeri. Dengan volume ekspor sebesar 1.121 miliar dolar AS pada tahun 2009,
sebanding dengan sepertiga dari penghasilan nasional bruto, Jerman adalah
negara pengekspor barang terbesar kedua di dunia sesudah Cina (1.202 miliar
dolar AS), setelah dari tahun 2003 hingga 2008 enam kali berturut-turut Jerman
mendapat sebutan "juara dunia ekspor". Andil Jerman dalam seluruh
perdagangan global mencapai sekitar sembilan persen.
Karena orientasi Jerman yang
tinggi kepada ekspor, keterpautannya dengan perekonomian dunia sangat erat, –
hal yang membedakannya dengan kebanyakan negara lain – dan Jerman pun
berkepentingan akan pasaran terbuka. Mitra-mitra perdagangan terpenting ialah
Perancis, Belanda, Amerika Serikat dan Inggris. Pada tahun 2009 diekspor barang
senilai 82 miliar Ero ke Perancis, senilai 54 miliar Ero ke AS dan ke Belanda,
dan senilai 53 miliar Ero ke Inggris. Setelah Uni Eropa diperluas ke arah timur
(2004 dan 2007), di samping perdagangan dengan negara anggota UE
"lama", dapat dicatat peningkatan dalam volume perdagangan dengan
negara-negara anggota UE di Eropa Timur. Sepuluh persen lebih dari ekspor total
dilakukan ke negara-negara tersebut. Ekspor Jerman ke negara Uni Eropa mencapai 63 persen dari
volume ekspor seluruhnya.
Yang meningkat terus artinya juga ialah hubungan dagang dan ekonomi dengan
negara-negara Asia. Sementara ini Asia telah menjadi pasaran terpenting kedua
untuk penjualan barang produksi Jerman. Pada tahun 2009, 14 persen dari ekspor
Jerman ditujukan ke kawasan tersebut. Dalam hubungan dagang itu Cina adalah
partner terpenting. Di samping itu sejak tahun 1999 Jerman juga berperan
sebagai investor Eropa terbesar bagi Cina. Sekitar 2.500 perusahaan Jerman
berkegiatan di negara itu sebagai investor.
Pengeluaran Negara Jerman
Di lingkungan internasional,
Jerman tergolong negara dengan pelayanan medis terbaik. Banyaknya rumah sakit,
praktek dokter dan institusi kedokteran menjamin pelayanan medis untuk semua
orang. Dengan lebih dari empat juta tempat kerja, bidang kesehatan adalah
sektor pekerjaan terbesar di Jerman. Secara keseluruhan 10,4 persen pendapatan
nasional bruto dipakai untuk pengeluaran bagi kesehatan – 1,5 persen lebih
banyak daripada pengeluaran rata-rata di negara anggota OECD. Berkat
undang-undang pengurangan biaya, yang termasuk tahap reformasi sistem
kesehatan yang telah berjalan, Jerman mencatat kenaikan pengeluaran per kapita untuk
kesehatan paling kecil di antara semua negara anggota OECD: Antara tahun 2000
dan 2007, pengeluaran nyata meningkat dengan 1,4 persen per tahun, angka
kenaikan rata-rata di OECD adalah 3,7 persen.
Pada tahun 2007 diputuskan reformasi sistem kesehatan. Bagian pokoknya ialah
dana kesehatan sentral. Mulai tahun 2009 semua iuran yang disetor kepada badan
asuransi kesehatan wajib, baik oleh karyawan maupun oleh pemberi kerja,
disalurkan ke dana tersebut. Jumlahnya ditambah dengan tunjangan dari fiskus. Per
peserta, ke-200 lebih asuransi kesehatan wajib yang ada menerima sejumlah uang
yang pasti dari dana sentral itu. Badan asuransi kesehatan yang banyak
anggotanya adalah orang lanjut usia, penyandang penyakit kronis dan orang
berpendapatan rendah mendapat uang tambahan. Pemerintah Federal bertujuan agar
badan asuransi dalam jangka panjang menjadi lebih otonom dalam penetapan iuran,
dan perbedaan menurut daerah dapat dimungkinkan. Rencana selanjutnya, besar
iuran peserta dilepaskan dari tingkat pendapatan, namun akan adanya faktor
pengimbang sosial. Supaya biaya pemeliharaan kesehatan sedapat mungkin
dipisahkan dari biaya sampingan imbalan kerja, bagian iuran yang dibayar oleh
pemberi kerja tidak akan dinaikkan lagi.
Perdagangan Antar Negara Di
Jerman
Jerman yang sudah menerapkan
sistem perdagangan bebas membuka peluang bagi Indonesia untuk memasarkan
komoditi yang biasa diperdagangkan di pasar tradisional. Jerman sekarang telah
membuka peluang terhadap semuak komoditi yang selama hanya terbatas di pasar
tradisional.
Ekspor kakao misalnya, negara
yang paling banyak mememenuhi permintaan itu adalah Pantai Gading yang memenuhi
permintaan pasar sekitar 75 persen. Dari jumlah ekspor kakao Jerman sekitar
33.000 ton per tahun, Indonesia hanya mampu memenuhi sebesar 2,01 persen.
Padahal Indonesia, khususnya Sulsel terkenal sebagai daerah penghasil kakao
yang diharapkan bisa merebut pasar Internasional tersebut.
Untuk menembus pasar Jerman,
tahap pertama perlu banyak kegiatan promosi, antara lain lewat pameran
Internasional. Seperti halnya kegiatan pameran di Hanover, Sulsel diharap mampu
memanfaatkan kesempatan itu. Sebab pasar Eropa umumnya, bila komoditi yang
dipasarkan sesuai seleranya, mereka akan minta secara kontinyu. Hanya saja bila
sudah ada hubungan dagang yang akrab, maka yang perlu dijaga adalah
kepercayaan, terutama kualitas barang yang dikirim.
Mochtar melihat, salah satu
kekurangan Indonesia adalah kurangnya industri manufaktur, sehingga banyak
komoditi Indonesia yang mubasir karena tidak diolah, seperti halnya buah-buahan
banyak membusuk karena kurangnya sistem pengolahan yang baik. Vietnam mampu melihat
peluang itu, selain memperkuat sektor pertanian juga mengembangkan industri
manufaktur, sehingga hasil produknya menembus pasar internasional.
Selain komoditi pertanian, Jerman
terbuka untuk pemasaran hasil kerajinan tangan. Sebut saja sabut kelapa yang
dianggap sebagai barang langka di Jerman, banyak diminat sebagai bahan baku
pembuatan jok mobil.
Demikian halnya jahe, Jerman
membutuhkan sebanyak 30.000 ton, tetapi permintaan itu belum terpenuhi. Ini
kesempatan baik bagi Indonesia khususnya daerah pertanian untuk menjawab
tantangan tersebut.
Hambatan-Hambatan Yang Ditemui
dalam Kerjasama Bidang Perdagangan
Sejak tahun 1993, produsen dan
distributor makanan di Uni Eropa menikmati kebebasan lalu lintas barang.
Hambatan tarif dan non-tarif dilarang. Namun di luar Uni Eropa situasinya
berbeda. Ada banyak peraturan, seperti : prosedur khusus pendaftaran produk,
persyaratan lain untuk keamanan pangan, label, tanggal kadaluwarsa dll., yang
mempersulit produsen kecil dan menengah memasuki pasar.
Rusia yang setahun ini menjadi
anggota WTO dan bagi perusahaan Jerman dianggap sebagai pasar yang penting sering
menerapkan hambatan non-tarif dalam perdagangan. Perusahaan Jerman terkena
dampaknya. Tapi produsen Jerman tak mau menyerah begitu saja. Meskipun,
istilahnya ada banyak pasir atau tidak berjalan mulus, tetap saja Rusia
merupakan pasar yang sangat menarik. Seperempat produksi Tonnies lari ke
negara-negara non-Eropa. Selain Rusia, perusahaan itu selama bertahun-tahun
juga memiliki pasar di Asia, seperti Cina, Jepang dan Korea Selatan.
Made In Germany
Produk berkualitas, orientasi
pelanggan dan pengiriman barang yang dapat diandalkan merupakan karakteristik
produk Jerman yang amat dihargai pelanggan dan distributor di manca negara.
Apalagi untuk susu, produk yang
sangat sensitif, dan sering terjadi skandal di dunia makanan. Produk susu
Jerman diminati karena kualitasnya. Konsumen luar negeri bahkan juga bersedia
membayar lebih untuk produk ini ketimbang di dalam negeri. Pintu seperti
terbuka untuk produk-produk dari Jerman.
Agen susu Jerman memproses hampir
tujuh miliar kilogram susu per tahunnya. 37,5 persen dari penjualan diperoleh
dari hasil ekspor. Dengan adanya kantor-kantor penjualan antara lain di Moskow
dan Shanghai, perusahaan Jerman ingin membuka pasar masa depan.
Di Eropa, Jerman memiliki kondisi
iklim yang baik, Jerman memiliki petani terlatih dalam memproduksi susu. Di
Jerman produksi susu akan meningkat di tahun-tahun mendatang, jadi Jerman harus
mencari pasar baru.
Simpan Pada Suhu Kamar
Apakah rasa sosis Jerman di
Shanghai seperti di Bayern? Atau ada berapa bahan spesifik lokal yang dicampur?
Menurut BVE, jika produk khusus buatan Jerman, maka produk-produknya juga harus
terasa begitu.
Tapi produsen pun masih perlu
melakukan penyesuaian. Jika mereka mengekspor ke negara-negara beriklim panas,
maka produknya harus disesuaikan dengan kondisi iklim setempat, termasuk
pengemasannya, agar produknya tidak rusak. Tapi penyesuaian resep juga bisa
dilakukan, guna menyesuaikan diri dengan keinginan pelanggan di lokasi ekspor
yang dituju.
Perubahan Pengembalian
Berdasarkan Pasar Valuta Asing
Keaikan suku bunga Jerman
menurunkan perkiraan tingkat pengembalian relatif atas aset pound Inggris dan menggeser kurva
permintaan. Suku bunga Jerman yang lebih rendah akan menaikan perkiraan tingkat
pengembalian relatif atas aset Inggris dan menggeser kurva permintaan. Tujuan
utamanya adalah melawan inflasi. Tanpa melakukan kebijakan yang ekspansif.
Referensi Penulisan :
http://www.monexnews.com
https://books.google.co.id/books.html